10 May 2011

10 Hewan yang paling jarang ditemukan

10 Binatang berikut ini sangat sulit ditemukan keberadaanya di Planet Bumi. Mungkin karena bersembunyi di kedalaman laut atau gua yang sangat dalam. Check it out!

10. Solenodon
Solendon adalah mamalia kecil yang berasal dari Kuba dan Hispanola. Makhluk ini sangat mirip dengan tikus, ia memiliki moncong panjang dan ekor bersisik. Namun, Solenodon memiliki moncong yang fleksibel sebagai kebalikan dari tikus kesturi.
Ciri khas lain dari hewan ini adalah bahwa hewan ini sangat beracun. Solenodon adalah satu-satunya mamalia yang dapat menyuntikkan mangsanya dengan bisa racun ular. Jadi yang terbaik adalah mundur jika Anda menemui makhluk ini, karena mereka akan jatuh lalu menggigit di atas topi Anda.

9. Kakapo
Kakapo adalah satu-satunya kakatua yang tak bisa terbang di planet ini. Sedangkan sepupu mereka melakukan perjalanan melalui udara, spesies ini memilih untuk berjalan kaki atau naik dari tempat satu ke tempat lainnya.
Burung ini dapat ditemukan di Selandia Baru dan sering disebut sebagai burung beo hantu. Makhluk ini mendapat julukan dari bentuk cakram bulu di sekitar mata. Burung beo ini juga ditetapkan sebagai burung beo terbesar dengan berat mencapai 8 kg.

8. Olm
Olm adalah amfibi yang berasal dari Eropa, terutama dapat ditemukan di Italia. Makhluk ini memiliki tubuh panjang berwarna putih, dengan empat kaki kecil. Sekilas terlihat sangat mirip dengan ular kecil.
Kadal ini menghabiskan hidupnya di gua-gua bawah tanah. Makhluk ini mempunyai mata yang tidak berkembang dan benar-benar buta. Walaupun Olm tidak dapat melihat bukan berarti tak berdaya. Olm mengkompensasi kekurangan penglihatan dengan pendengaran yang luar biasa dan indera penciuman.

7. Kelelawar Bumblebee
Kelelawar Bumblebee dapat ditemukan di gua-gua batu kapur, Tenggara Thailand dan Burma. Bumblebee dewasa panjangnya hanya satu inci dari kepala ke ekor. Kelelawar ini tumbuh dengan memiliki fitur lain yang membedakannya, yaitu moncongnya yang menyerupai moncong babi.

6. Ichthyophis Kohtaoensis
Ichthyophis Kohtaoensis adalah amfibi langka yang asli Kamboja, Laos dan Thailand. Makhluk ini memiliki tubuh seperti ular panjang dengan ekor runcing.
Reptil ini memiliki tubuh abu-abu gelap dengan perut kuning. Salah satu fitur yang membuat unik reptil ini adalah fakta bahwa ia memiliki dua otot yang mengontrol rahang.

5. Hiu berjumbai
Hiu berjumbai adalah sebuah keanehan di dunia hewan. Sampai abad ke-19 para peneliti berpikir hewan ini sudah mati bersama dinosaurus. Namun, ini terbukti tidak benar, karena beberapa nelayan pernah menangkapnya dan juga beberapa penemuan bangkai makhluk ini.
Hiu ini terlihat mirip dengan belut, ia memiliki tubuh memanjang. Hiu berjumbai memiliki kepala berbentuk segitiga dengan tubuh abu-abu panjang. Hiu ini tidak memiliki sirip punggung besar, berbeda dengan sebagian besar spesies hiu lainnya.

4. Monito Del Monte
Monito Del Monte adalah istilah Spanyol untuk “monyet kecil”. Tapi nama ini menipu. Monito Del Monte sebenarnya adalah marsupial yang hidup di Chili dan Argentina.
Spesies mamalia ini dianggap punah lebih dari 11 juta tahun yang lalu. Namun, penjelajah modern menemukan makhluk ini di era modern.
Marsupial kecil ini memiliki tubuh tikus dengan bulu coklat dan besar, telinga runcing dan ekor panjang. Fitur yang membedakan hewan ini adalah matanya yang besar dan ia hidup di pohon-pohon di hutan hujan. Ekor panjang ini membantu ia untuk berayun dari cabang-cabang.

3. Addax
Jenis Kijang ini sedikit sekali ditemukan di gurun Sahara. Mereka terlihat seperti banyak spesies kijang lain, namun setelah pemeriksaan lebih lanjut mereka sebenarnya sangat berbeda. Spesies ini memiliki gigi persegi seperti sapi. Juga, tanduk pada spesies ini sangat panjang dan melengkung, sehingga memiliki julukan “Kijang Tanduk Sekrup”.

2. Dugong
Dugong adalah hewan laut besar yang sangat menyerupai Manatee. Sementara makhluk-makhluk sejenis yang berada dalam keluarga yang sama disebut Sirenia, mereka berbeda dari Manatee.
Dugong dapat ditemukan di perairan utara Australia dan ke dalam wilayah Indio-Pasifik. Mamalia ini memiliki tubuh abu-abu panjang dengan dayung seperti sirip ke arah kepala.
Ekor hewan ini terlihat mirip dengan ekor lumba-lumba. Juga, makhluk ini memiliki mulut yang keluar di samping dan berada dalam posisi yang lebih berbalik ke bawah, sehingga mudah untuk memakan rumput di kehidupan vegetatif dasar laut.

1. Saola
Saola sejauh ini merupakan mamalia yang paling langka di Bumi. Makhluk ini adalah asli Vietnam dan Laos. Hewan ini tumbuh dengan tinggi sekitar 3 meter. Sekilas terlihat mirip dengan kambing.
Mamalia ini memiliki ekor kecil dan telinga panjang. Namun, hewan ini memiliki pola yang sangat berbeda dengan kambing. Ia memiliki bintik-bintik putih dan garis-garis pada wajahnya. 

Source: http://www.koleksiweb.com/iptek/10-binatang-yang-sulit-ditemukan-di-planet-bumi.html


LANJUT KAKA ....

9 May 2011

Pohon yang Menyala


Mungkin kedepannya lampu penerangan jalan akan digantikan dengan pohon menyala ini. Ilmuwan berhasil mengembangkan lampu LED yang berbahan biologis.
Ilmuwan Academia Sinica dan National Cheng Kung University di Taipei dan Tainan menanamkan nanopartikel emas bercahaya berbentuk landak laut atau dikenal sebagai LED bio, ke dalam daun tanaman.
Nanopartikel baru ini bisa menggantikan lampu listrik jalan dengan sumber cahaya dari CO2 di atmosfir. “Di masa depan, LED bio bisa digunakan untuk membuat pohon di pinggir jalan bercahaya di malam hari,” kata Yen-Hsun Su. “Dengan begini kita akan menghemat energi, dan CO2 akan diserap sebagai energi LED bio melaui fotosintesis.”
Seperti dikutip dari MSNBC, nanopartikel emas berbentuk landak laut itu merupakan kunci penyerapan cahaya, dan memancarkannya. Klorofil, pigmen fotosintesis yang memberi karakteristik warna hijau daun, dikenal memiliki kemampuan menyerap panjang gelombang cahaya tertentu. Ketika terkena cahaya dengan panjang gelombang sekitar 400 nanometer, klorofil biasanya memancarkan warna merah.
Cahaya ungu sulit didapat, terutama pada malam hari ketika pengendera dan penajan kaki membutuhkannya. Ilmuwan butuh sumber cahaya ungu, dan sumber cahaya itu dapat ditemukan dalam nanopartikel emas. Ketika panjang gelombang cahaya lebih pendek mengenai nanopartikel emas, maka daun akan memancarkan cahaya ungu.
Ilmuwan berharap pohon-pohon yang diberi nanopartikel emas akan menghasilkan cahaya yang cukup sehingga dapat menggantikan lampu listrik jalan. Untuk sekarang, efek masih terbatas pada subjek tes, tanaman air yang dikenal sebagai Bacopa Carolininia.
Ilmuwan University of Maryland Krishanu Ray mengatakan bahwa merupakan suatu hal yang mungkin untuk memperbanyak pohon ini di sepanjang garis jalan. “Pohon-pohon ini dapat digunakan sebagai lampu jalan,” katanya. “Namun, masih jauh menuju ke sana.”[ito]

Source: http://www.koleksiweb.com/iptek/unik-pohon-yang-menyala-dari-ilmuwan-taipe-dan-tainan.html
LANJUT KAKA ....

Baterai berisi Ulang Air Kencing

Inilah penemuan yang terbilang unik dan sedikit menjijikan namun mempunyai manfaat yang bagus untuk mempermudah kehidupan!!
NoPoPo namanya, sebuah baterai yang bisa diisi ulang dengan memanfaatkan beragam cairan, termasuk air kencing.
dari Tech Digest, Jumat (16/1/2009), baterai ini dibuat perusahaan bernama Aqua Power System yang berbasis di Jepang. NoPoPo sempat dipamerkan di perhelatan CES (Consumer Electronic Show) 2009 yang belum lama berakhir.
Selain dengan air kencing, isi ulang NoPoPo juga bisa memanfaatkan air bir, jus apel, dan minuman cola. Caranya cukup dengan memasukkan cairan pada penampung kecil yang ditautkan di baterai.
Dilansir PcMag, cairan tersebut dipakai untuk membangkitkan reaksi antara magnesium dan alumunium di baterai. Daya yang ada memang tidak sekuat baterai AA pada umumnya, hanya cukup mendayai perangkat seperti jam mungil.

 Source: http://www.koleksiweb.com/iptek/baterai-berisi-ulang-air-kencing-nopopo-namanya.html
LANJUT KAKA ....

Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar

Pembangkit listrik tenaga surya terbesar – Sebanyak 775 ribu panel surya dengan luas 1,54km mampu menghasilkan listrik 48 megawatt.
Amerika Serikat resmi mengoperasikan pembangkit listrik tenaga matahari terbesar. Copper Mountain Solar Project, pembangkit listrik itu, mulai dikerjakan sejak sekitar setahun lalu. Kini proyek pembangunannya telah selesai.
Seperti dikutip dari Earth Techling, 4 April 2011, Copper Mountain Solar Project berada di dekat instalasi sel surya El Dorado Solar milik Sempra Generation yang lebih dulu dibangun, dan mampu memasok daya sebesar 10 Megawatt.
Pembangunan pembangkit listrik tenaga matahari terbesar itu dimulai sejak Januari 2010. Sebanyak 350 pekerja telah memasang 775 ribu panel surya yang secara total memakan ruangan seluas 1,54 kilometer persegi di kawasan gurun pasir Nevada.
Setelah selesai dibangun, ia mampu menghasilkan energi terbarukan sebesar 48 Megawatt, dan mampu memasok listrik hingga 14 ribu rumah di California. Saat ini, energi baik dari pembangkit El Dorado dan Copper Mountain telah dijual ke Pacific Gas & Electric (PG&E) untuk masa kontrak selama 20 tahun.
Meski memegang predikat proyek pembangkit listrik tenaga surya terbesar, dalam waktu dekat proyek ini akan tampak seperti pembangkit listrik skala kecil. Soalnya, Amerika Serikat tengah membangun pembangkit listrik serupa di kawasan Phoenix, Arizona yang rencananya akan rampung akhir 2011.
Untuk tahap pertama, Mesquite Solar Complex, pembangkit listrik tenaga surya baru itu, akan menyediakan listrik sebesar 150 megawatt. Langkah berikutnya adalah meningkatkan kapasitas produksinya hingga mampu menghasilkan output total sebesar 700 megawatt.

Source: http://www.koleksiweb.com/iptek/inilah-pembangkit-listrik-tenaga-surya-terbesar.html
LANJUT KAKA ....

Listrik Tanpa Kabel

Listrik tanpa kabel kini bukan hanya sekedar Impian. Dalam waktu yang tidak terlalu lama mungkin saja penggunaan kabel listrik akan terus berkurang. Para peneliti telah berhasil UNTUK MENDISTRIBUSIKAN LISTRIK TANPA KABEL. Bagaimana cara kerja teknologi baru ini dan kapan menjadi kenyataan, semuanya diulas di sini.
Bayangkan Anda berada dalam sebuah ruangan, di dalamnya tidak ditemukan satu kabel sekalipun yang berseliweran. TV, system stereo, DVD, atau Bluray-Player, HiFi-Headset, semuanya bekerja tanpa menggunakan baterai atau kabel listrik. Bahkan, baterai perangkat mobile seperti laptop, ponsel, atau kamera digital terisi secara otomatis, begitu Anda memasuki rumah, tentu tanpa harus mencolokkan kabel.

 Prinsip dasar teknologi yang bakal menjadi visi dari kehidupan ini dirancang oleh para peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT). Proyek ini dimulai sejak tahun 2006 dan disebut de*ngan nama “WiTricity”. Teknologi ini kemudian dikembangkan oleh Intel sejak tahun 2007. Target mereka, teknologi ini segera terealisasi dalam beberapa tahun ke depan. Intel menyebut teknologi ini sebagai WREL (Wireless Resonant Energy Link), pemancaran energi tanpa kabel melalui resonansi.

Intel sendiri telah mendemonstrasikan realisasi teknologi tersebut sejak tahun lalu. Pada ajang Intel Developer Forum (IDF), Intel Chief Technology Officer (CTO), Justin Rattner, memperlihatkan sebuah lampu 60 watt yang dapat menyala dalam jarak satu meter tanpa menggunakan koneksi kabel. Sejak saat itu, Intel pun menunjukkan bahwa WREL juga dapat mengoperasikan sebuah netbook tanpa baterai atau membunyikan speaker tanpa kabel dengan mengubah sinyal suara menjadi sinyal listrik.

Prinsip kerja: tangkap listrik dari udara

Bagi orang yang melihat demonstrasi pertama dari teknologi WREL, reaksinya sama seperti saat diperkenalkannya WLAN. Anda tentu masih mengingat bagaimana rasanya pertama kali dapat terkoneksi ke Internet tanpa kabel. Awalnya, banyak orang yang heran bahwa Internet dapat diakses dengan tanpa kabel. Orang tergerak untuk memutuskan koneksi secara manual dan kaget bahwa semuanya masih berjalan. Selanjutnya, teknologi tersebut biasa saja.
Prinsip dasar transfer listrik nirkabel ini dengan teknologi WREL ini berhubungan dengan fenomena resonansi. Sebuah receiver WREL dapat menangkap energi dari sebuah medan magnet dengan bantuan koil, bila dipancarkan dengan frekuensi yang sama dari sebuah transmitter (melalui koil). Agar impedansinya optimal, digunakan gulungan kabel pada kedua sisinya. Di sini, gulungan kabel juga berfungsi sama seperti gigi transmisi sepeda. Saat menanjak, gigi transmisi diturunkan agar dapat memanfaatkan energi secara lebih efisien. Sebaliknya, saat menurun digunakan gigi transmisi yang lebih tinggi. Receiver juga menentukan sendiri besar arus dan tegangan yang diperlukan sesuai dengan ukurannya. Jadi, tidak perlu lagi repot dengan adaptor. Selain itu, transmiter WREL hanya memancarkan energi sebanyak yang diperlukan oleh receiver saja.
Teknik pemancaran listrik nirkabel lainnya sebenarnya sudah digunakan, seperti pada sikat gigi elektronik atau smartphone baru dari Palm Pre dengan charge station “Touchstone”-nya. Di sini, perangkat harus sedekat mungkin atau menyentuh transmitter. Sebaliknya, WREL dapat bekerja dengan jarak yang jauh. Pada rancangan yang didemonstrasikan oleh Intel (lihat gambar di atas), unit receiver dapat digunakan dalam jarak 20 cm sampai satu meter. Zona ini disebut oleh para peneliti Intel sebagai magical area. Receiver WREL dapat bergerak bebas dalam area ini tanpa memutuskan listriknya.

Fokus penelitian: efisiensi lebih tinggi, Magical Area yang lebih luas
Namun, sebelum kita membuang semua kabel listrik dan adaptornya, masih banyak yang harus dikerjakan oleh para peneliti. Dalam beberapa tahun mendatang, mereka masih harus menjelaskan detailnya. Tim peneliti Intel Labs di Seattle lebih terfokus pada optimasi efisiensi, form factor, dan tingkat keamanan radiasi.
Dalam eksperimen yang telah dilakukan oleh Intel, tingkat efisiensinya sudah mencapai 75 persen. Angka ini memang sudah sangat besar. Namun, dari sisi krisis energi dunia, angka tersebut masih terlalu kecil. Kepala penelitian Intel, Rattner, menjelaskan bahwa energi yang terbuang masih besar bila tidak melakukan pengisian baterai. “Tingkat efisiensi yang tinggi menjadi satu masalah pada WREL, hampir tidak mungkin untuk direalisasikan.”
Tingkat efisiensinya juga tergantung oleh alignment koil dan lilitan kabel. Bila receiver diputar sedikit, tingkat efisiensinya menurun drastis. Inilah yang ingin dihindari oleh para peneliti. Mereka mengganti lilitan kabel dengan sensor dan microchip yang dapat menyesuaikan resonansi dalam medan magnet secara lebih baik.
“Listriknya bisa saja berasal dari lemari dapur,” jelas Justin Rattner. “Jadi, Anda tidak perlu lagi mencolokkan mesin Espresso.” Pemancar WREL juga dapat dipasang dalam dinding rumah untuk memasok listrik ke semua perangkat elektronik yang berada dalam magical zone. Meja tulis pun dapat berguna untuk memasok maupun mengisi baterai semua perangkat di sekitarnya.
Keamanan radiasi juga masih harus dipertanyakan. Apakah teknologi ini tidak berbahaya bila energi yang besar dipancarkan melalui udara? Prinsipnya memang tidak demikian karena WREL menggunakan gelombang magnet yang tidak berbahaya bagi tubuh manusia.
Memang, medan magnet yang kuat senantiasa membawa radiasi elektromagnetis. Oleh sebab itu, para peneliti dari Intel berusaha untuk menggunakan frekuensi yang menghasilkan medan magnet yang kuat dengan beban elektromagnetis minimal. Saat produk pertama sudah diluncurkan ke pasar, teknologi WREL ini harus benar-benar aman terhadap manusia.

Masa depan: tidak ada lagi kabel, adaptor, dan steker

Begitu teknologi WREL sudah matang dan aman, aplikasinya bakal meluas dengan cepat, misalnya untuk aplikasi medis, seperti untuk mengoperasikan alat pengatur detak jantung atau mengimplementasikan organ-organ buatan.
Pemancaran listrik secara nirkabel bakal menjadi faktor penting, bukan saja antarperangkat, melainkan juga di dalam perangkat-perangkat canggih itu sendiri. Bayangkan komputer, dengan prosesor yang tidak lagi disuplai dengan listrik melalui ratusan kontak, tetapi tanpa kabel melalui WREL.
Prinsipnya sama juga untuk komponen PC yang lain. Setelah ini, mungkin banyak yang penasaran berapa lama lagi kita akan sampai ke era listrik nirkabel, sama seperti melihat Internet melalui WLAN saat ini.

Source: http://www.koleksiweb.com/iptek/listrik-tanpa-kabel-telah-menjadi-kenyataan.html
LANJUT KAKA ....